Assalamualaikum dokterku, Apa kabarmu hari ini? Semoga sehat selalu dokterku. Doaku di sini selalu terpanjat hanya untukmu. Dokte...




Assalamualaikum dokterku,
Apa kabarmu hari ini? Semoga sehat selalu dokterku. Doaku di sini selalu terpanjat hanya untukmu. Dokterku, apakah kamu juga demikian? Apakah masih ada aku di lubuk hati terdalammu? Jikalau tak ada pun aku tak pernah merasa keberatan. Dokterku, bagaimana kegiatanmu selama ini? Tak ada kendala bukan? Aku tau bagaimana rasa itu, rasa ketika tindakan telah selesai dilaksanakan. Senyuman girang dari sang pasien beserta keluarga seolah berkata, terima kasih akan asa ini yang kemarin sempat hilang entah kemana. Aku yang jauh di sini pun ikut mengharubiru dan meneteskan air mata. Cerita itu kau sampaikan dengan penuh suka cita melalui ponsel yang kau pinjam dari teman sejawatmu.
Dokterku, aku ingin menangis. Sudah lama kau tak kembali. Jadwal praktikmu yang padat merayap mengikis waktu perjumpaan kita yang selalu engkau janjikan kala kita masih selalu bersama. Engkau adalah pahlawanku, namun aku juga tau bahwa engkaupun juga pahlawan banyak orang. Apakah aku harus menjadi pasien agar bisa berada dalam hangatnya perhatian serta tutur katamu? Jika memang itu yang harus ku lakukan, aku sangat rela tanpa butuh syarat apapun karena aku tau, kau akan menyembuhkanku dengan segera. Dokterku, jika aku bisa, aku ingin sekali rasanya menaruhmu dalam sebuah toples kecil yang ku tutup rapat lalu tak pernah ku suguhkan untuk para tamu. Aku ingin menikmatimu sendiri di dalam kamar dengan didampingi segelas susu coklat hangat pada suasana hujan di akhir bulan Desember. Kehangatan itu yang selalu aku inginkan dokterku. Maaf jika aku egois, rindu ini begitu menggebu dan mungkin sebentar lagi meledak yang suaranya akan terdengar hingga alun-alun kota Jogja. Ingatkah kau bahwa cobaan pertama umat manusia di dunia adalah rindu ? Adam dan Hawa sangat tersiksa karena jarak yang begitu jauh yang bahkan tak terpandang oleh mata manusia biasa. Jika mereka saja merasakan sakit dan beratnya ujian itu, bagaimana denganku?
Aku tak ingin menjadi cengeng. Aku selalu ingat apa yang selalu kau ajarkan. Ketabahan, ketaatan, dan keikhlasan adalah tiga hal yang selalu keluar dari mulut manismu. Kebijaksaanmu yang membuatku terkagum, aku memilihmu sebagai pendamping hidupku bukan tanpa alasan. Ayah dan sosok kakak yang sudah lama tidak aku dapatkan semua menjelma dalam dirimu seorang. Maafkan aku jika aku masih cengeng, aku menangis sendirian dan tak seorangpun tau akan hal itu. Dokterku, aku hanya ingin mengatakan bahwa senja di sini begitu berat, hanya ada seribu lamunan kebahagiaan kita bersama saat dulu kala. Janji suci yang kau ucap saat akad selalu teringat dalam kepalaku yang kedatangannya selalu dibarengi oleh desir angin dingin seolah mengucapkan selamat tinggal pada hangatnya mentari sekaligus menyambut dinginnya malam yang sekali lagi harus datang tanpa kehadiranmu. Bait terakhir dari tulisan ini telah tiba dokterku. Sekali lagi, hanya puluhan kata rindu yang kau jumpai dalam tulisan ini. Rinduku kepadamu bukan sekedar rindu anak muda dengan pasangan cinta monyetnya melainkan layaknya cahaya yang menunggu datangnya hujan untuk membuat sebuah pelangi yang indah untuk semua orang. Baik-baik di sana dokterku, selamatkanlah para pasienmu karena kamu adalah pahlawan bagi mereka.. Aku di sini sehat selalu, tak usah kau pikirkan terlalu dalam. Dokterku, jika pulang nanti aku punya satu permintaan untukmu. Berikanlah aku obat dan sembuhkanlah rindu dalam hatiku.

Jogja, 14 Desember 2019
Salam cinta, kasih, dan sayang, serta rindu

Pendamping hidupmu :))




Aku merupakan seorang mahasiswa jurusan kedokteran di salah satu PTN. Terlihat mengesankan memang jika dilihat dari kalimat pertama dala...




Aku merupakan seorang mahasiswa jurusan kedokteran di salah satu PTN. Terlihat mengesankan memang jika dilihat dari kalimat pertama dalam cerita ini. Namun, cerita di balik kalimat pertama itulah yang justru merupakan inti dari tulisan ini nanti. Banyak sekali orang yang mendambakan ingin kuliah pada jurusan tersebut. Tentulah aturan PTN adalah anda hanya bisa mengikuti ujian masuknya tiga kali saja sejak anda lulus dari SMA. Mungkin sudah bisa tertebak cerita apa yang akan saya bawakan pada kesempatan ini.
Kata teman-teman aku adalah orang yang ceria dan murah senyum hanya saja mereka tidak tau bahwa jauh di dalam hatiku menyimpan perasaan malu dan minder kepada teman-teman yang lain. Apalagi jika bukan karena usia, ketika teman-temanku semua masih berusia belasan aku sudah melebihi kepala dua. Bahkan ada temanku yang memiliki selisih umur 6 tahun denganku. Hal ini karena aku adalah lulusan tahun 2017 sedangkan mereka 2019. Pada tahun 2017, aku memutuskan untuk menunda setahun karena tidak diterima disatu universitas pun. Pada tahun selanjutnya aku diterima di jurusan ilmu keperawatan salah satu PTN. Selama setahun aku mengenyam pendidikan di sini dan pada sbm terakhirku tahun 2019, ku putuskan untuk mencoba peruntungan. Ternyata Allah menentukan nasibku untuk bisa merasakan bangku pendidikan dokter.
Banyak sekali temanku yang mengatakan bahwa, apakah umurmu tidak sia-sia? Kamu tidak malukah menjadi orang paling tua? Teman se-angkatanmu skripsi dan tugas akhir, kamu masih maba? Sebenarnya jikalau boleh jujur, malu memang. Akan tetapi, aku mencoba menilik menggunakan sudut pandang yang lain. Ketika banyak orang yang menilai bahwa tidak menunda kuliah (gap year) adalah “menganggur” dan sia-sia, maka aku mencoba untuk mulai berpikir, di mana letak kesia-siaannya? Bukankah di sana juga banyak pelajaran yang bisa diambil? Aku tetap belajar, belajar akan makna kehidupan, belajar bersabar, dan hal lain yang bahkan tidak bisa kutemukan selama aku berada di bangku sekolah. Begitupun pada tahun berikutnya ketika ilmu keperawatan memberiku kesempatan untuk menuntut ilmu di dalamnya, aku juga belajar banyak hal termasuk menemukan keluarga baru, teman baru, dan tentunya lingkungan baru yang sangat berbeda dari SMA dan juga saat “menganggur”. Apa ilmu yang bisa dipelajari? Ya tentang keperawatan tentunya, selain itu menerapkan prinsip silaturahmi dan ramah merupakan hal yang sangat ditekankan saat aku berada pada jurusan ini. Sia-sia bagiku adalah ketika waktu anda dihabiskan untuk hal yang merugikan orang lain seperti mencuri, merampok, judi, dan lain sebagainya karena umur kita yang terbatas hanya digunakan untuk sesuatu yang tidak bermanfaat.
Ketika banyak dari adik kelas dan bahkan orang yang belum pernah mengenalku sebelumnya bertanya tentang masa laluku, aku tak pernah menyembunyikannya sedikitpun. Aku bangga dengan pengalamanku, aku ingin adik-adik semua tidak mengikuti jejakku yang harus menggunakan 3x jatah sbmptn, namun jika memang terpaksa demikian aku tidak ingin mereka semua merasa malu. Banggalah dengan pengalaman kalian, kenangan kalian masing-masing. Semua orang berjalan pada garis waktunya. Kalian bukannya melakukan hal sia-sia, namun memang jatah kalian adalah belajar di sana, di waktu itu ketika teman kalian yang lain kuliah. Ada masanya besok teman kalian harus pula terjun di masyarakat untuk mendapat ilmu itu, ilmu yang sudah pernah kalian dapatkan jauh sebelumnya.
Selain itu, aku belajar banyak dari teman-temanku para santri. Saat aku selalu mengeluhkan bahwa aku sudah terlalu tua sebagai mahasiswa baru, aku menyadari di kalangan santri semua sama. Dari awal santri bahkan ketika sudah menjadi kiai pun juga tetap adalah santri. Ilmu dicari bukan untuk kebanggaan dan berebut kecepatan, namun sebuah kewajiban dari kita lahir hingga ajal menjemput. Selama belum meninggal, belajar dan menuntut ilmu harus terus dilaksanakan. Hikmah yang bisa diambil adalah anda tidak akan banyak mengeluh karena tau bagaimana rasanya tidak kuliah, anda banyak bersyukur karena tau nikmatnya menuntut ilmu di perguruan tinggi, dan tentunya bisa menceritakan pengalaman yang begitu berharga kepada anak dan istri atau suami kita kelak. Bahwa mencapai kesuksesan tidak mulus, banyak rintangan, halangan, namun teruslah untuk berguna serta bermanfaat untuk sesama. Jadilah pahlawan bukan dengan berkorban namun hanya dengan berjuang. Dokter boleh profesi, namun selamanya tetap santri.

So, masih malu untuk berjuang meraih cita? Masih lesu dan tak bersemangat? 
Semangat para pejuang, para penentu masa depan, jangan gentar meraih cita hanya dengan alasan umur dan malu karena yang lebih penting dari itu semua adalah ilmu.

salam cinta dan kasih dari penulis :))

Yogi Tri Sumarno

22 November 2019

                 Manusia adalah makhluk sosial, hal ini sudah bukan hal baru dalam teori ilmu sosial. Dimana manusia saling membutuhkan man...

   

       
    Manusia adalah makhluk sosial, hal ini sudah bukan hal baru dalam teori ilmu sosial. Dimana manusia saling membutuhkan manusia bahkan benda lain untuk mendukung kehidupannya.
Namun, pada masa ini dimana semua teori mulai dikembangkan menjadi sedemikian rupa, justru teori ilmu sosial dasar ini malah semakin pudar dan sangat sering dijumpai keberadaannya.
Lho, bukannya ilmu sosial juga sudah berkembang pesat? Iya memang, berkembang teorinya, namun memudar dalam hal praktiknya. Prinsip ini sudah mulai kalah dengan prinsip jual-beli dan hamba-tuan.

           Ilmu ekonomi yang dalam hal ini jual-beli berkembang jauh lebih pesat bahkan tak terasa justru mampu masuk ke dalam aliran darah manusia. Melakukan ini dan itu berdasarkan kalkulasi nalar dan pemikiran tentang buah
yang kan didapatkan. Jika aku begini aku cuma dapat ini, lebih baik melakukan itu karena untungnya lebih banyak. Tidak apa jikalau hal ini berkenaan dengan suatu barang dan memang transaksi jual-beli.
            Namun mirisnya, hal ini masuk ke ranah sosial kemanusiaan. Sangat jarang ada orang yang mau melakukan suatu hal atas nama kemanusiaan. Bahkan yang lebih parah adalah membungkus jual-beli dengan label kemanusiaan.
Misalnya saja dalam hal kesehatan, memenangkan suatu tender produk tertentu bukan karena kepentingan masyarakat banyak khususnya kalanagan menengah ke bawah namun karena sudah ada perjanjian di belakang bahwa yang bersangkutan akan mendapatkan hadiah tertentu jika berhasil memenangkannya.
             Dalam hal lain yang tak bisa disebutkan satu per satu pun sebenarnya juga banyak terjadi hal serupa, selalu ada pemikiran "apa untungnya buat ku?". Manusia terlalu memikirkan dan mengkalkulasi nilai jual-beli berdasarkan logika semata
hingga melupakan bahwa sesungguhnya masih ada transaksi jual-beli yang sudah dijanjikan tak ada kata rugi di dalamnya. janji ini sudah disampaikan oleh Yang Maha atas segalanya. Dalam perhitungan manusia, jikalau kita mempunyai 10 barang,
kita berikan (sedekah) satu, maka hanya tersisa 9 saja. Namun, dalam kalkulasi Tuhan, ia akan mengganti 1 dengan 10, sehingga akhirnya memiliki 19 barang. Namun, kembali lagi kepada etika, apakah kita pantas untuk melakukan kalkulasi dengan Tuhan ?
             Memang yang terbaik adalah lakukan apa yang bisa dilakukan meskipun hal itu kecil. Tuhan tak pernah menilai hasil yang dicapai, akan tetapi proses apa yang sudah dilalukan untuk mencapai hasil tersebut. Almaghfurullah KH Sahal Mahfudz pernah berkata bahwa
"Menjadi orang baik itu mudah, engkau cukup diam, kau sudah terlihat baik. Akan tetapi, untuk menjadi bermanfaat itu butuh perjuangan."

            Selain prinsip jual-beli, prinsip hamba-tuan juga tak kalah trendi. Semua pekerjaan dilakukan sebatas hubungan fisik yang tak terlihat antara hamba-tuan. Kenapa aku melakukan pekerjaan ini? Ya karena aku sudah disuruh oleh pemimpin, aku harus mau.
Sehingga hampir semua yang dilakukan dengan perasaan hambar dan tak ada kesan apa-apa. Toh misalnya ada hanya kenangan buruk entah dimarahi atasan ataupun keluh-kesah pekerjaan. Hal ini menyebabkan tidak berkembangnya naluri alamiah dari manusia itu sendiri.
            Manusia dilahirkan dengan "fitrah" cinta dan kasih. Anak-anak bermain dan melakukan segala aktivitas dengan penuh cinta, mereka melakukan itu semua tanpa paksaan sedikitpun. Semisal ada yang jatuh atau sebuah insiden, tanpa diajarkan pun hati nurani mereka akan segera menolong.
Tak terbesit sedikitpun pemikiran, "Aku akan dapat apa jika nolong dia?". Se-lelah apapun anak-anak, mereka tak akan mengeluarkan keluh-kesahnya dengan nada sinis, karena memang mereka melakukan semuanya bukan karena paksaan atasan atau siapapun. Mereka melakukan itu semua murni dari hati dan kecintaan mereka. Tulisan ini tidak untuk ditelan mentah-mentah bahwa semua prinsip ikhlas dan tak boleh mendapat upah/gaji. Penulis juga tidak ingin mengatakan bahwa materi tidak penting. Karena memang manusia juga membutuhkan materi untuk menyambung hidup. Manusia juga membutuhkan makan, kelak akan berumah tangga, dan lain sebagainya. Hanya saja, kita juga tak boleh melupakan siapakah kita sebenarnya.
           Gaji berupa uang adalah hak yang harus diberikan setelah kewajiban terlaksana. Justru, jika kerja tidak digaji, malah tidak sesuai juga dengan prinsip kemanusiaan. Materi hanya sebagai "lantaran" untuk manusia meneruskan kehidupan di dunia sekaligus mempersiapkan bekal kehidupan sesudah kematian nanti. Jangan sampai materi menjadi penyebab hilangnya sebuah cinta dan kemanusiaan.
          Salah seorang teman penulis dari salah satu kampus ternama pernah berkata "Saat semua melulu soal materi, tanpa kau sadari kau sedang membuat perikemanusiaanmu mati". Oleh karena itu, marilah kita semua menjadi manusia yang sesungguhnya. Bukan manusia yang kalkulasi maupun manusia gila materi. Namun bisa menjadi manusia yang sesungguhnya yaitu manusia yang bisa memanusiakan manusia.
Salam cinta dan kasih dari penulis :))

Yogi Tri Sumarno

18 September 2018

                     Khoirunnisa, siapa yang tak kenal nama pemudi yang satu ini, ia bersama grup Sabyan kini tengah menjadi trending dan p...

       

 
         Khoirunnisa, siapa yang tak kenal nama pemudi yang satu ini, ia bersama grup Sabyan kini tengah menjadi trending dan perbincangan di masyarakat seantero nusantara.
Dengan parasnya yang cantik serta suaranya yang sangat merdu, ia telah digandrungi oleh banyak sekali penggemar baik dari kaum adam maupun kaum hawa.
Sabyan telah sukses bersama dengan nisa untuk menghanyutkan masyarakat untuk bersama-sama menggaungkan sholawat di bumi nusantara bahkan hingga ke beberapa negara tetangga.
Dendang-dendang sholawat nya telah sukses mengisi playlist dari kebanyakan orang, bahkan termasuk penulis sendiri. Ya, penulis sudah mengoleksi hampir semua lagu sholawat
dari Nissa sabyan disamping lagu-lagu dari grup band wali dan sholawat dari Habib Syekh bin Abdul Qodir Assegaf.

         Apakah hal ini merupakan sebuah prestasi? Dari sudut pandang penulis hal ini adalah suatu prestasi besar yang sangat layak untuk diapresiasi
Setelah beberapa saat lalu nama Islam kembali tercoreng oleh beberapa kasus bom bunuh diri yang terjadi di beberapa daerah di Indonesia dan mengatasnamakan membela agama Islam,
Kini, Islam seolah mendapatkan angin segar untuk mulai dicintai oleh masyarakat dari berbagai kalangan melalui sholawat dari Nissa ini.
Bagaimana tidak, hampir seluruh tempat yang dikunjungi oleh penulis berulang kali memutar lagu dari Nissa ini, baik di rumah makan, tempat perbelanjaan, bahkan
ketika penulis mudik kemarin, sholawat dari Nissa ini juga di putar di dalam bus untuk bisa membuat para penumpang ikut menyanyikan syair-syair dari sholawat ini.

        Disamping dari mengembalikan kesejukan dakwah Islam yang sempat ternodai oleh segelintir oknum, Nissa sabyan juga telah memberikan nuansa baru di tengah boomingnya
musik dangdut yang merupakan musik khas nusantara dan juga demam K-Pop yang sedang terjadi di negeri ini.
Gambus yang dulu dianggap ketinggalan zaman dan tidak menarik, berubah total 180' setelah munculnya sabyan grup.
Demam dangdut yang merajalela hingga anak sd pun bisa hafal lirik "bojo galak" kini perlahan mulai mengganti liriknya dengan "Ya 'asyiqol musthofa" dan "ya habibal qolbi"
meskipun memang ada juga yang tidak tau maknanya, tapi tak mengapa karena meskipun tak tau tetap bisa mendapatkan pahala.
Hal ini sejalan dengan beberapa pendapat ulama yang menyatakan bahwa amalan yang paling menjanjikan untuk diamalkan di akhir zaman adalah bacaan sholawat, hal ini karena
sholawat adalah amalan yang pasti diterima oleh Allah karena menghubungkan antara Hamba-Nabi Muhammad saw-Allah,
untuk lebih jelas nya, silahkan datangi guru ngaji masing-masing. Lantas, apa saja keutamaan sholawat ?
Kenapa begitu berarti dan berkesan ? Apa sebenarnya manfaat dan balasan sholawat?
untuk jawaban singkatnya berupa video yang bisa di lihat di instagram saya (@yogieinstein). Silahkan di cari dengan judul "balasan sholawat".

          Keberhasilan Nissa dalam sholawat mengikuti kesuksesan grup sholawat yang terdiri dari 3 orang yang bernama aleehya
Mereka memiliki daya tarik dalam mengubah lirik-lirik lagu kekinian dengan syair sholawat, diantaranya adalah jaran goyang, baby shark,
perfect, dan havana.
Jauh sebelum kehadiran 2 grup sholawat ini, sudah ada tokoh yang juga sangat berjasa dalam membumikan sholawat di bumi nusantara, siapa lagi jika bukan
Habib Syekh bin Abdul Qodir Assegaf, ya beliau biasa dipanggil habib syekh dan sudah memiliki banyak sekali penikmat yang menyebut dirinya syekhermania
Beliau berdakwah dengan mengajak umat untuk bisa menikmati sholawat kepada junjungan nabi Agung Muhammad dengan seni dan kesejukan.
Hanya perbedaannya adalah 2 grup ini lebih menggunakan alat musik yang sudah terbilang modern dan liriknya kebanyakan berbahasa Indonesia,

         Hal ini sekaligus membuktikan bahwa cara masyarakat nusantara menerima agama Islam adalah bukan dengan kekerasan, namun justru dengan menggunakan seni yang indah.
Setelah dulu wali songo datang membawa ajaran Islam menggunakan cara damai berupa seni wayang dan akulturasi budaya,
hari ini telah muncul seni seni baru, keindahan baru, yang juga membawa kedamaian. Bukan tidak mungkin, kesuksesan beberapa tokoh yang telah disebutkan tadi
akan diikuti oleh pemuda-pemudi Islam di masa yang akan datang, untuk terus mendakwahkan agama ini,
agama yang merupakan Rahmatan lil 'alamin, entah dengan cara yang bagaimana, yang jelas adalah dengan kelembutan.

        Akan tetapi, di tengah suksesnya grup sholawat tersebut, tiba-tiba saja diikuti viral nya pernyataan tentang haramnya musik. Musik adalah sesuatu yang haram dan bathil,
tidak bisa bila dicampur dengan sesuatu yang haq seperti syair sholawat.
Namun hemat penulis, pembahasan mengenai halal-haramnya musik sudah tidak menarik lagi,yang lebih menarik adalah bagaimana cara kita untuk bisa memberdayakan ciptaan Allah berupa instrumen musik dan segala aspek keindahan nya,
untuk menghanyutkan kita  agar senantiasa ingat kepada Tuhan yang telah menciptakan alam semesta ini. Dengan dasar semua dari Allah dan kita kembalikan untuk mengingat Allah.
Karena sejatinya, puncak dari ibadah adalah keindahan. Dimana kita mempunyai modal "kebenaran" yang dituangkan dalam output berupa "kebaikan" untuk bisa mencapai sebuah "Keindahan".

        Semoga saja, berkah sholawat ini bisa dirasakan oleh seluruh umat manusia, bukan hanya orang Islam, namun bisa dinikmati oleh seluruh umat manusia. Membuatnya hanyut dan luruh
untuk bisa mengingat Tuhan dan utusan Nya, dan semoga dengan berkah nya juga menjadi perantara manusia agar bisa berbondong-bondong mendapatkan hidayah dari Allah ta'ala

salam cinta dan kasih dari penulis :))

Yogi Tri Sumarno

11 Juni 2018

Kenduri adalah adat dan budaya daerah yang bertujuan untuk mengungkapkan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa dan mendoakan arwah orang ...



Kenduri adalah adat dan budaya daerah yang bertujuan untuk mengungkapkan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa dan mendoakan arwah orang yang telah meninggal. Pada kesempatan ini, saya akan berbagi tentang macam-macam dan isi berkat kenduri dari daerah saya (Jumeneng Sumberadi Mlati Sleman, DIY).
Secara garis besar, kenduri yang ada di daerah Sleman dapat dibagi menjadi lima macam yaitu kenduri untuk orang meninggal, slametan, tujuh bulanan/mitoni, brokohan, dan selapanan
Kenduri untuk orang meninggal adalah kenduri yang dilaksanakan untuk mendoakan dan juga memberi sedekah atas nama orang yang sudah meninggal agar menjadi tambahan amal kebaikan untuk orang tersebut. Kenduri untuk orang meninggal ini dibagi menjadi beberapa macam yaitu surtanah, peringatan tiga hari, peringatan tujuh hari, peringatan 40 hari, peringatan 100 hari, peringatan satu  tahun, peringatan dua tahun, dan  peringatan 1000 hari.
Kenduri slametan adalah kenduri yang dilaksanakan dua hari sebelum seseorang menikah. Kenduri ini bertujuan untuk mengungkapkan rasa syukur atas limpahan berkah dari Tuhan Yang Maha Esa kepada sang pengantin dan juga berisi doa agar saat menikah diberi kelancaran dan keselamatan.
Kenduri 7 bulanan/mitoni adalah kenduri yang diilaksanakan saat ada perempuan yang memiliki usia kandungan 7 bulan. Kenduri ini bertujuan untuk mengucapkan rasa syukur atas nikmat yang telah Tuhan berikan berupa calon bayi dan juga sebagai doa agar kelak saat melahirkan sang ibu diberi keselamatan serta sang bayi diberi kesehatan.
Kenduri brokohan adalah kenduri yang dilaksanakan saat ada perempuan yang selesai melahirkan. Kenduri ini bertujuan untuk mengungkapkan rasa syukur atas lahirnya seorang bayi. Kenduri ini berbeda dengan kenduri yang lain karena tidak mengundang orang lain dan hanya membagikan makanan kepada tetangga sekitar.
Kenduri selapanan adalah kenduri yang dilaksanakan pada saat bayi berumur 35 hari atau selapan hari. Kenduri ini bertujuan untuk menutup serangkaian acara dari saat bayi masih ada dalam kandungan hingga lahir.

1.      Kenduri untuk orang meninggal:
a.      Surtanah
b.      Peringatan tiga hari
c.       Peringatan tujuh hari
d.      Peringatan 40 hari
e.       Peringatan 100 hari
f.       Peringatan satu tahun
g.      Peringatan 1000 hari

a.      Kenduri surtanah
Kenduri surtanah adalah kenduri yang dilaksanakan saat ada orang yang meninggal dan sudah dikebumikan. Surtanah berasal dari kata “sur” yang artinya menggususr dan  tanah. Maksudnya adalah orang yang telah meninggal tadi dikebumikan di tanah pemakaman yang sebelumnya telah digunakan untuk memakamkan orang lain. Menurut adat istiadat, kenduri ini dilaksanakan untuk menghormati orang yang telah lama meninggal yang makamnya telah digunakan untuk memakamkan orang yang baru saja meninggal dengan cara membagikan bahan-bahan tertentu yang disebut berkat kepada warga sekitar yang diniatkan sebagai shodaqoh untuk arwah sang jenazah.

-          Isi Berkat surtanah :
Nasi                                                     Nasi gurih                                            ayam kampung
Gebingan                                             nasi golong
Tontho                                                 telur 1
Peyek kelapa
Peyek gereh
Sambel pecel,
Lalapan : buncis kubis, timun
Krecek goreng
Krupuk
Sayur tempe
Tempe goreng

b.      Peringatan 3, 7 hari kematian (isi berkat sama) :
Nasi                                                     Nasi gurih                                            ayam kampung
Gebingan                                             telur 1
Tontho
Peyek kacang
Peyek gereh
Sambel pecel,
Lalapan : buncis kubis, timun
Krecek goreng
Krupuk
Sayur tempe
Tempe goreng
c.       40, 100 hari, 1 tahun, 2 tahun (isi berkat sama) :
Nasi                                                     Nasi gurih                                            ayam kampung
Gebingan                                             ketan                                                   kolak
Tontho                                                 apem                                                    telur 1
Peyek kacang                                      sayur kluwih
Peyek gereh
Sambel pecel,
Lalapan : buncis kubis, timun
Krecek goreng
Krupuk
Sayur tempe
Tempe goreng

d.      1000 hari :
Nasi                                                     Nasi gurih                                ayam kampung
Gebingan                                             ketan                                       kolak
Tontho                                                 apem                                        uang wajib (Rp2000,00)
Peyek kacang                                      Pisang Raja                             Lemper
Peyek gereh                                         Daging kambing                      telur 1
Sambel pecel,                                      sayur kluwih
Lalapan : buncis kubis, timun
Krecek goreng
Krupuk
Sayur tempe
Tempe goreng

2.      Kenduri Slametan :
Kenduri Slametan adalah kenduri yang dilaksanakan dua hari sebelum seseorang menikah. Kenduri ini bertujuan untuk mengungkapkan rasa syukur atas limpahan berkah dari Tuhan Yang Maha Esa kepada sang pengantin dan juga berisi doa agar saat menikah diberi kelancaran dan keselamatan.
-          Isi berkat :
Nasi                                                     Nasi gurih                                ayam kampung
Gebingan                                             Tontho                                     Peyek kacang                                     
Peyek gereh                                         Tukon Pasar (jambu, salak, snack, gudangan)
Sambel pecel,                                      sayur kluwih
Lalapan : buncis kubis, timun             Tempe goreng
Krecek goreng
Krupuk
Sayur tempe

3.      Kenduri Mitoni
Kenduri Mitoni adalah kenduri yang diilaksanakan saat ada perempuan yang memiliki usia kandungan 7 bulan. Kenduri ini bertujuan untuk mengucapkan rasa syukur atas nikmat yang telah Tuhan berikan berupa calon bayi dan juga sebagai doa agar kelak saat melahirkan sang ibu diberi keselamatan serta sang bayi diberi kesehatan.
-          Isi berkat:
Nasi                                                     Nasi gurih                                ayam kampung
Gebingan                                             Tontho                                     Peyek kacang                                     
Peyek gereh                                         Tukon Pasar (jambu, salak, snack, gudangan)
Sambel pecel,                                      Dawet
Lalapan : buncis kubis, timun             tumpeng kecil yang diberikan hanya untuk 7 besek.
Krecek goreng                                     Pisang kecil
Krupuk                                                telur 1
Sayur tempe                                        sayur kluwih
Tempe goreng

4.      Kenduri Brokohan
Kenduri brokohan adalah kenduri yang dilaksanakan saat ada perempuan yang selesai melahirkan. Kenduri ini bertujuan untuk mengungkapkan rasa syukur atas lahirnya seorang bayi. Kenduri ini berbeda dengan kenduri yang lain karena tidak mengundang orang lain dan hanya membagikan makanan kepada tetangga sekitar.
-          Isi berkat :
Gudangan, telur ½, thonto, peyek kacang, krupuk, nasi




5.      Kenduri Selapanan
Kenduri selapanan adalah kenduri yang dilaksanakan pada saat bayi berumur 35 hari atau selapan hari. Kenduri ini bertujuan untuk menutup serangkaian acara dari saat bayi masih ada dalam kandungan hingga lahir.
-          Isi berkat :
Nasi, Nasi Gurih,
Gudangan,                                                                                      
Peyek gereh                                                     Tukon Pasar (jambu, salak, snack, gudangan)
Sambel pecel,                                                  sayur kluwih
Lalapan : buncis kubis, timun
Krecek goreng
Krupuk
Sayur tempe
Tempe goreng

Ayam kampung
Gebingan 
Tontho    
Peyek kacang

  
sekian dari saya, kurang lebihnya mohon maaf
semoga bermanfaat :)